Olahraga

Piala Sudirman 2025: Kartu Merah untuk Huang Dongping Akibat Menstruasi Picu Sorotan Dunia

beritahariini.news – Final Piala Sudirman 2025 memunculkan drama tak terduga yang melibatkan pemain ganda campuran andalan Tiongkok, Huang Dongping. Atlet berusia 30 tahun itu mendapatkan kartu merah dari wasit setelah dianggap terlalu lama meninggalkan lapangan karena harus ke toilet saat sedang menstruasi. Peristiwa ini terjadi pada lagu final antara Tiongkok dan Korea Selatan, Minggu, 4 Mei 2025, di Court 1 Xiamen Fenghuang Gymnasium.

Insiden di Tengah Ketegangan Final

Pasangan ganda campuran China, Huang Dongping dan Feng Yanzhe, membuka laga final melawan duet Korea Selatan, Seo Seung-jae dan Chae Yu-jung. Setelah saling menukar kemenangan dalam dua gim pertama (China menang 21-16, Korea membalas 21-17), ketegangan memuncak saat memasuki gim ketiga.

Pada interval gim ketiga, Dongping meminta izin ke toilet. Namun, menurut wasit, ia terlalu lama meninggalkan lapangan, dan saat kembali, wasit langsung mengeluarkan kartu merah. Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama karena penyebab keterlambatannya adalah menstruasi, hal yang seharusnya mendapat pertimbangan khusus.

BACA JUGA: Manchester United Incar Jim Fraser, Eks Pencari Bakat Chelsea Cetak Generasi Emas

Reaksi Dongping dan Lanjutkan Pertandingan dengan Tangguh

Huang Dongping terlihat emosional dan kecewa atas keputusan wasit. Namun, dengan keteguhan dan semangat juang tinggi, ia bangkit dan bersama Feng Yanzhe, berhasil memenangkan gim ketiga dengan skor 21-15, memastikan kemenangan pertama bagi tim China.

Dalam wawancara seusai laga, Dongping mengungkapkan bahwa dirinya memang tengah mengalami menstruasi, dan telah meminta izin kepada ofisial pertandingan. Ia sempat diberi waktu, namun kartu merah diberikan sebagai peringatan kedua untuk tim China.

“Saya tidak berniat mengulur waktu. Saya sedang menstruasi dan butuh waktu lebih lama. Ini sangat tidak adil,” ujar Dongping dengan nada kecewa.

China Juara Piala Sudirman 2025

Terlepas dari insiden tersebut, tim bulu tangkis China tetap tampil dominan dan berhasil menyabet gelar juara Piala Sudirman 2025 dengan skor 3-1 atas Korea Selatan. Selain kemenangan dari Huang/Feng di sektor ganda campuran, kemenangan lain datang dari sektor ganda putra dan ganda putri.

Satu-satunya kekalahan tim China terjadi pada sektor tunggal putri, di mana Wang Zhi Yi harus menyerah dari An Se Young dengan skor 17-21, 16-21.

Kartu Merah Menjadi Sorotan: Isu Gender dan Fairness dalam Olahraga

Insiden kartu merah yang menimpa Huang Dongping segera menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial dan komunitas olahraga internasional. Banyak pihak menilai keputusan wasit tersebut kurang berempati dan tidak mempertimbangkan kondisi biologis atlet perempuan.

Pengamat olahraga menilai bahwa Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) seharusnya memiliki protokol khusus dalam menangani kasus serupa. Menstruasi adalah kondisi alami yang dialami atlet perempuan dan bisa berdampak pada performa serta kebutuhan khusus saat bertanding.

Beberapa netizen juga menyerukan revisi regulasi pertandingan yang lebih inklusif terhadap isu kesehatan reproduksi wanita. Tagar seperti #SupportDongping dan #FairPlayForWomen mulai ramai di jagat maya, menunjukkan solidaritas terhadap atlet perempuan yang kerap kali menghadapi tekanan ganda—baik dari sisi performa maupun fisiologis.

Pentingnya Kebijakan Pro-Wanita dalam Olahraga

Kasus ini membuka mata banyak pihak tentang urgensi menciptakan lingkungan olahraga yang inklusif dan adil bagi semua gender. Banyak yang berharap bahwa insiden seperti ini bisa menjadi momentum refleksi bagi otoritas bulu tangkis dunia untuk:

  • Menyusun prosedur pengajuan izin medis yang fleksibel dan manusiawi.

  • Melatih wasit agar lebih sensitif terhadap kondisi fisiologis atlet perempuan.

  • Menciptakan kebijakan zero tolerance terhadap keputusan yang merugikan atlet karena kondisi biologis alami.

Penutup

Piala Sudirman 2025 tetap menjadi milik Tiongkok, tetapi gelar juara kali ini diiringi oleh catatan penting terkait keadilan dan empati dalam olahraga profesional. Huang Dongping telah menunjukkan bahwa meski mengalami keterbatasan fisik, mental juara dan keteguhan hati tetap menjadi kunci kemenangan.

Kini, dunia menanti respons dari BWF atas insiden ini. Apakah mereka akan tetap bergeming atau mulai mengambil langkah untuk menjadikan arena olahraga sebagai tempat yang benar-benar setara dan inklusif bagi semua atlet, tanpa terkecuali?

Sumber: Piala Sudirman 2025: Lama ke Toilet karena Haid, Pemain China Dikartu Merah

Priscilla Austin

Recent Posts

Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik di Tengah Isu Kenaikan Harga

beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…

7 bulan ago

Kejari Karo Bongkar Pola Dugaan Korupsi Jasa Videografi, Amsal Sitepu Jadi Tersangka

beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…

7 bulan ago

Gol yang Lama Dinanti Paul Pogba Akhiri Puasa Empat Tahun

beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…

7 bulan ago

Pejabat Tertinggi Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Israel di Bandar Abbas

beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…

7 bulan ago

Trump Manuver Diplomatik Lewat Pakistan, Dorong Gencatan Senjata dengan Iran

beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…

8 bulan ago

Sejarah Baru Moto3 Honda Team Asia Soroti Debut Fantastis Veda Ega Pratama

beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…

8 bulan ago