Petugas Gabungan Tertibkan Parkir Liar dan Meja Usaha yang Kuasai Jalan di Cawang, Jakarta Timur
beritahariini.news – Gangguan ketertiban umum di kawasan Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur telah lama menjadi sorotan. Jalan utama tersebut kerap semrawut akibat parkir liar kendaraan dan pemasangan meja berlebihan oleh pedagang hingga meluas ke badan jalan. Akibatnya, ruas jalan yang seharusnya memiliki empat lajur sering kali menyempit menjadi hanya satu atau dua lajur yang bisa dilalui kendaraan.
Menanggapi kondisi tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur bersama unsur gabungan melakukan penertiban pada Minggu (21/9/2025). Aksi ini merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang mengeluhkan kemacetan parah, terutama di akhir pekan.
Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian, menegaskan bahwa penertiban ini dilakukan untuk memulihkan ketertiban umum sekaligus menegakkan aturan.
Also Read
“Kami bersama rekan-rekan gabungan melakukan tindak lanjut atas aduan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum yang disebabkan parkir liar dan pemasangan meja berlebihan di Jalan Sutoyo,” kata Budhy di Jakarta Timur, Senin (22/9/2025).
Operasi penertiban tidak dilakukan Satpol PP seorang diri. Sejumlah unsur terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya:
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta
Garnisun TNI
Koramil Kramat Jati
Polsek Cakung
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU)
Kelompok masyarakat setempat
Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan parkir liar dan penggunaan badan jalan secara ilegal oleh pedagang.
BACA JUGA : BGN Klarifikasi Isu 5.000 Dapur Makan Bergizi Gratis Fiktif, Tegaskan Tidak Ada Aliran Dana
Menurut Budhy, parkir liar dan meja pedagang yang dipasang hingga menjorok ke jalan membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat. Kondisi ini paling terasa pada malam minggu ketika jumlah pengunjung meningkat signifikan.
“Akibat pelanggaran itu, kendaraan yang melintas hanya bisa menggunakan satu atau dua ruas saja, padahal jalan tersebut seharusnya memiliki empat lajur,” ungkap Budhy.
Situasi ini tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas karena kendaraan dipaksa bergerak dalam ruang yang sangat sempit.
Meski memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tegas, petugas gabungan mengedepankan pendekatan persuasif. Para pedagang diberikan edukasi agar dapat mengatur kembali area usaha mereka tanpa melanggar aturan dan merugikan kepentingan umum.
“Kami lebih mengutamakan edukasi supaya pedagang bisa mengatur area dagangnya dengan tertib. Intinya, gangguan ketertiban umum di lokasi ini harus bisa diminimalisir,” jelas Budhy.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif menjaga ketertiban tanpa harus menunggu penindakan berulang dari aparat.
Kasus semrawutnya Jalan Mayjen Sutoyo semakin menjadi perhatian setelah sebuah video viral di media sosial. Video tersebut diunggah akun Instagram @ijoeel pada Sabtu (20/9/2025), memperlihatkan kondisi jalan yang dikuasai parkir kendaraan dan meja pedagang hingga menyisakan hanya satu lajur untuk dilalui kendaraan.
Dalam keterangan video disebutkan:
“Parkir makan empat jalur jalan umum. Ini terjadi sudah lama dan berlangsung setiap malam sejak pukul 20.00 WIB sampai tengah malam. Apalagi malam minggu, bisa-bisanya tinggal sisa sejalur. Lokasi sekitar Primajasa Cililitan atau Kantor Pusat BKN.”
Unggahan tersebut memicu banyak komentar warganet yang menyoroti lemahnya pengawasan aparat serta tidak disiplinnya pengguna jalan.
BACA JUGA : Mensesneg Ungkap Beban Berat Erick Thohir Sebagai Menpora dan Target dari Presiden Prabowo
Fenomena parkir liar dan meja pedagang yang menjamur di badan jalan tidak lepas dari kebutuhan ekonomi masyarakat. Banyak pelaku usaha kecil memanfaatkan trotoar dan badan jalan untuk menampung pengunjung. Namun, praktik ini menimbulkan persoalan baru, yaitu terganggunya kelancaran lalu lintas.
Kondisi ini menggambarkan adanya benturan antara kebutuhan ekonomi dan kepentingan publik. Di satu sisi, pedagang membutuhkan ruang untuk berusaha. Di sisi lain, masyarakat luas menuntut haknya atas jalan raya yang lancar dan aman.
Penertiban yang dilakukan pemerintah diharapkan menjadi solusi tengah: menata kembali area usaha tanpa mematikan roda ekonomi, sekaligus mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya.
Kasus di Jalan Sutoyo hanyalah salah satu contoh dari banyaknya titik rawan parkir liar di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dishub dan Satpol PP terus menggelar operasi serupa di berbagai wilayah, khususnya di kawasan padat aktivitas malam hari.
Evaluasi berkala juga dilakukan untuk memastikan para pedagang dan pemilik usaha tidak kembali melakukan pelanggaran. Pemerintah berencana menghadirkan ruang usaha yang lebih tertata sehingga pedagang tetap dapat berjualan tanpa mengorbankan ketertiban lalu lintas.
Penertiban parkir liar dan meja usaha berlebihan di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, menjadi bukti nyata respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat. Dengan melibatkan banyak pihak, operasi ini bukan hanya sekadar tindakan hukum, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif agar semua pihak dapat hidup berdampingan dalam keteraturan.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa jalan umum adalah fasilitas publik yang tidak boleh dikuasai secara sepihak. Pemerintah, pedagang, dan masyarakat harus bekerja sama menjaga ketertiban demi kelancaran aktivitas semua pengguna jalan.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…