https://asset.kompas.com/crops/Jc3Bs4b_E2dx-z-Iqomt0kYKT7U=/3x124:2560x1828/1200x800/data/photo/2024/06/04/665f3587c9608.jpg
beritahariini.news – Dalam rangka menyambut momen mudik Lebaran 2025 yang identik dengan perjalanan penuh kehangatan menuju kampung halaman, Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional menghadirkan inovasi istimewa untuk menambah kenyamanan para penumpangnya. Lewat kolaborasi dengan anak perusahaannya, Aerofood ACS, Menu Lebaran Garuda Indonesia bertema tradisi kuliner Nusantara yang menggugah selera dan membangkitkan suasana Idul Fitri, meski berada di ketinggian 30.000 kaki.
Garuda Indonesia Group melalui Aerofood ACS, penyedia layanan inflight catering ternama, merancang menu khusus Lebaran yang disajikan secara eksklusif kepada para penumpang selama periode arus mudik dan arus balik, yakni mulai 21 Maret hingga 14 April 2025. Inisiatif ini diambil sebagai wujud komitmen maskapai dalam menjaga kenyamanan dan pengalaman perjalanan pelanggan, sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya dan tradisi yang melekat pada masyarakat Indonesia selama perayaan Idul Fitri.
Direktur Operasi Aerofood ACS, Yanti Herlina R. Siregar, menyampaikan bahwa persiapan operasional untuk menyambut momen Lebaran dilakukan secara menyeluruh, dengan penekanan pada kualitas pelayanan dan keamanan pangan yang mengacu pada standar internasional.
Also Read
Dalam keterangan resminya, Yanti mengungkapkan bahwa selama periode Lebaran 2025, Aerofood ACS menghadirkan beragam sajian khas yang akrab di lidah masyarakat Indonesia, seperti lontong sayur, opor ayam, dan rendang. Menu ini dipilih berdasarkan popularitas dan kedekatannya dengan tradisi kuliner saat Lebaran, yang identik dengan sajian berempah, gurih, dan kaya cita rasa.
Lontong sayur disajikan dengan kuah santan yang lezat dan sayuran pilihan, dilengkapi dengan telur rebus atau sambal goreng sebagai pelengkap. Opor ayam hadir dengan cita rasa lembut dan gurih khas santan yang berpadu dengan rempah-rempah Nusantara. Sementara itu, rendang sebagai salah satu kuliner kebanggaan Indonesia juga tersedia dengan olahan daging sapi berkualitas yang dimasak hingga empuk dengan bumbu rempah khas Minangkabau.
Menu tersebut tersedia untuk berbagai kelas layanan penerbangan, baik kelas ekonomi, bisnis, maupun first class, dengan penyesuaian pada penyajian dan presentasi yang menyesuaikan standar masing-masing kelas.
Tak hanya fokus pada pelanggan domestik, Aerofood ACS juga melayani maskapai internasional yang menggunakan jasanya. Untuk memenuhi preferensi kuliner pelanggan dari luar negeri, disajikan berbagai hidangan khas Timur Tengah, seperti nasi kebuli, ayam panggang rempah Arab, hingga kurma sebagai pembuka yang lekat dengan nuansa Ramadan.
Pilihan ini didesain agar para penumpang dari negara-negara Timur Tengah tetap merasakan kehangatan Lebaran sesuai tradisi mereka meski tengah berada dalam perjalanan udara. Aerofood ACS memastikan bahwa semua menu yang disajikan telah melewati proses kontrol kualitas dan keamanan pangan yang ketat, termasuk uji laboratorium dan sertifikasi halal.
Peningkatan permintaan selama masa mudik dan arus balik Lebaran membuat Aerofood ACS mencatat lonjakan volume produksi makanan dalam pesawat secara signifikan. Rata-rata produksi inflight meals selama periode ini mencapai 58.000 penyajian per hari. Jumlah ini meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 43.383 porsi per hari.
Lonjakan permintaan tersebut menandakan tingginya animo masyarakat yang memilih bepergian menggunakan pesawat udara selama libur Lebaran. Hal ini sekaligus menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan Garuda Indonesia tetap tinggi, bahkan di tengah persaingan ketat di industri penerbangan nasional.
Untuk menunjang kelancaran distribusi makanan, Aerofood ACS melakukan berbagai persiapan menyeluruh. Persiapan ini mencakup penambahan personel dapur profesional, pelatihan intensif untuk kru dapur dan distribusi, hingga optimalisasi armada pengangkutan makanan dari dapur pusat ke bandara.
BACA JUGA : Manfaat Konsumsi Bubur untuk Penderita Tipes yang Perlu Diketahui
Setiap porsi makanan diproduksi dengan mengacu pada protokol higienis berstandar internasional, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pengemasan dan penyimpanan suhu sesuai ketentuan keselamatan makanan (food safety).
Selain itu, pemantauan terhadap rantai pasok logistik juga diperketat agar pasokan bahan makanan tetap stabil selama periode permintaan tinggi. Dengan dukungan sistem manajemen kualitas yang terintegrasi, Aerofood ACS menjamin ketersediaan menu dalam jumlah dan mutu yang konsisten.
Sebagai lini pendukung utama Garuda Indonesia dalam hal inflight catering, Aerofood ACS tak sekadar menyajikan makanan di dalam pesawat. Mereka hadir dengan visi untuk membawa pengalaman kuliner Nusantara ke udara, sekaligus menjaga semangat budaya dan tradisi dalam setiap sajian.
Penyajian menu khas Lebaran di tengah perjalanan udara bukan hanya soal cita rasa, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan yang menjadi esensi mudik. Dalam situasi di mana sebagian penumpang harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga, cita rasa masakan rumah yang disuguhkan di dalam kabin menjadi sumber kebahagiaan tersendiri.
Langkah Garuda Indonesia menyuguhkan menu khas Lebaran disambut antusias oleh para penumpangnya. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan apresiasi karena bisa merasakan makanan Lebaran meskipun belum sampai di rumah. Tidak sedikit pula yang membagikan pengalaman mereka di media sosial, memuji kualitas rasa dan penyajian menu yang tetap terjaga meski dikonsumsi di dalam pesawat.
Salah satu penumpang penerbangan rute Jakarta–Medan menyebut bahwa rasa rendang yang disajikan terasa autentik dan mengingatkannya pada masakan ibunya. “Saya nggak nyangka bisa makan opor ayam dan lontong sayur di atas langit. Ini benar-benar menyentuh hati,” tulis penumpang itu di akun media sosialnya.
Langkah strategis Garuda Indonesia dalam menghadirkan nuansa Lebaran melalui menu makanan khas tidak hanya memperkuat brand loyalty, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai maskapai yang memahami kebutuhan emosional pelanggannya.
Dengan memadukan pelayanan premium, kualitas makanan berstandar tinggi, dan sentuhan budaya, Garuda Indonesia berhasil menciptakan pengalaman terbang yang lebih dari sekadar perjalanan. Momen Lebaran yang seharusnya dirayakan di rumah, kini tetap bisa dinikmati di tengah perjalanan pulang.
Kehadiran menu Lebaran di dalam pesawat menjadi simbol bahwa pulang bukan hanya tentang tempat, tetapi juga tentang rasa, memori, dan kehangatan yang dibawa bersama dalam setiap suapan.
Melalui layanan inflight catering yang dipersonalisasi untuk momen Lebaran, Garuda Indonesia telah membuktikan kemampuannya dalam menghadirkan layanan penerbangan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga menyentuh sisi emosional pelanggan. Menu Lebaran Garuda Indonesia bukan hanya soal makanan, melainkan representasi dari komitmen untuk menjaga kebahagiaan penumpang di setiap perjalanan.
Dengan penyajian menu khas seperti lontong sayur, opor ayam, dan rendang yang dikemas secara profesional, serta peningkatan layanan di masa puncak mudik, Garuda Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai maskapai pilihan utama yang mengedepankan nilai budaya, kepuasan pelanggan, dan inovasi berkelanjutan.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…