KKP Perkuat Produksi Perikanan Budi Daya Berbasis Teknologi untuk Ketahanan Pangan Nasional
beritahariini.news – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya dalam memperkuat produksi perikanan budi daya melalui pemanfaatan teknologi modern. Upaya ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas perikanan berjalan sesuai prinsip berkelanjutan, inovatif, dan ramah lingkungan.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi instrumen penting dalam pengembangan perikanan dari hulu hingga hilir. Ia menjelaskan bahwa strategi berbasis teknologi akan mendorong sektor akuakultur agar lebih produktif sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Penggunaan teknologi tidak semata-mata untuk meningkatkan volume produksi, tetapi juga untuk memastikan kegiatan perikanan selaras dengan prinsip keberlanjutan,” ungkap Haeru di Jakarta, Sabtu.
Also Read
Pemanfaatan Internet of Things (IoT) kini menjadi salah satu terobosan dalam sistem budi daya perikanan. Teknologi ini digunakan untuk memantau kualitas air secara real-time, mengatur pakan otomatis, serta mendukung pemasaran produk melalui platform digital.
Dengan penggunaan sensor digital dan sistem pemantauan berbasis aplikasi, para pembudi daya dapat lebih efisien dalam mengelola kolam maupun tambak. Teknologi ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat kualitas air yang tidak stabil atau pemberian pakan yang berlebihan.
Selain itu, KKP juga mendorong penerapan sarana dan prasarana budidaya berbasis teknologi modern, termasuk inovasi dalam penyediaan pakan fungsional dan varietas ikan yang lebih tahan terhadap penyakit.
BACA JUGA : Kementan Dorong Petani Milenial Lewat Brigade Pangan untuk Wujudkan Pertanian Modern dan Swasembada Pangan
Haeru memaparkan sejumlah program unggulan yang memanfaatkan teknologi, salah satunya adalah modeling budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) di Kebumen. Program ini menerapkan sistem terintegrasi mulai dari manajemen tambak, penggunaan pakan, hingga distribusi hasil panen.
Selain udang, KKP juga mengembangkan modeling budi daya tilapia, rumput laut, lobster, dan kepiting di berbagai wilayah. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sentra produksi baru yang tidak hanya produktif, tetapi juga kompetitif di pasar internasional.
Di sisi lain, KKP tengah melaksanakan program revitalisasi lahan budidaya kurang produktif di Jawa Barat. Upaya ini dilakukan dengan memperbaiki sistem tata air, penyediaan benih unggul, dan penerapan teknologi adaptif agar lahan dapat kembali dimanfaatkan secara optimal.
Program lain yang juga menjadi fokus adalah pembangunan Kampung Perikanan Budi Daya sebagai pusat pengembangan komunitas nelayan dan pembudi daya yang dilengkapi dengan akses teknologi, pembiayaan, serta pasar.
Dalam mewujudkan perikanan berkelanjutan, KKP tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, dan lembaga penelitian menjadi kunci penting. Melalui kerja sama ini, berbagai inovasi terus dikembangkan, mulai dari varietas ikan yang tahan penyakit, teknologi pakan fungsional, hingga metode budi daya ramah lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
“Kolaborasi lintas lembaga akan mempercepat lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat pembudi daya,” jelas Haeru.
KKP juga menekankan pentingnya blue food atau pangan berbasis laut sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. Berdasarkan laporan Ocean Panel (2020) dan World Economic Forum (2021), pangan laut bukan hanya sumber protein, tetapi juga kaya akan vitamin, mineral, iodium, zat besi, kalsium, seng, dan asam lemak Omega-3.
Haeru menyebutkan, terdapat lebih dari 2.500 spesies biota laut yang berpotensi menjadi sumber pangan berkelanjutan dengan jejak karbon rendah. Saat ini, lebih dari 3 miliar penduduk dunia bergantung pada pangan laut sebagai sumber utama protein, sementara sekitar 800 juta rumah tangga menggantungkan mata pencaharian pada sektor ini.
Dengan potensi besar tersebut, penguatan produksi perikanan budi daya berbasis teknologi menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan kontribusi blue food terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Pekerja Lahan di Tanah Laut Kerja 24 Jam untuk Dukung Swasembada Pangan NasionalPekerja Lahan di Tanah Laut Kerja 24 Jam untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional
BACA JUGA : Pekerja Lahan di Tanah Laut Kerja 24 Jam untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional
Untuk memperkuat sektor kelautan, KKP menjalankan lima kebijakan Blue Economy, yaitu:
Perluasan kawasan konservasi – menjaga ekosistem laut agar tetap seimbang.
Pengawasan pesisir dan pulau kecil – mencegah praktik perikanan ilegal dan eksploitasi berlebihan.
Peningkatan kapasitas nelayan dan pembudi daya – melalui pelatihan, penyediaan benih unggul, serta modernisasi armada kapal.
Fasilitasi pembiayaan inklusif – membuka akses permodalan yang lebih luas bagi nelayan dan pembudi daya.
Hilirisasi produk perikanan – mendorong nilai tambah dengan mengolah hasil tangkapan menjadi produk olahan berkualitas ekspor.
Kebijakan tersebut dipadukan dengan kampanye nasional Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang bertujuan meningkatkan konsumsi ikan dalam negeri. Saat ini, konsumsi ikan nasional telah mencapai 25,19 kg per kapita, angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsumsi beberapa jenis bahan pangan lainnya.
Penerapan teknologi dalam budi daya perikanan diyakini akan memberikan dampak ganda, baik secara sosial maupun ekonomi. Dari sisi sosial, peningkatan produksi perikanan akan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong konsumsi ikan sebagai sumber protein sehat bagi masyarakat.
Dari sisi ekonomi, perikanan berbasis teknologi dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan pembudi daya. Dengan produktivitas yang lebih tinggi dan akses pasar yang lebih luas, sektor ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan terus memperkuat strategi pengembangan perikanan budi daya berbasis teknologi sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan dan menjaga kelestarian lingkungan. Melalui penerapan IoT, program revitalisasi lahan, pembangunan kampung perikanan, serta penguatan riset dan kolaborasi, KKP bertekad menghadirkan sektor perikanan yang modern, adaptif, dan berdaya saing global.
Dengan potensi blue food yang begitu besar dan dukungan kebijakan Blue Economy, perikanan Indonesia diharapkan mampu berkontribusi lebih signifikan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan jutaan nelayan dan pembudi daya.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…