Kemenperin. Foto: beritahariini.news/Priscilla
beritahariini.news – Dalam momentum satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Perindustrian membuka pameran bertajuk “Satu Tahun Industrialisasi, Ekonomi Indonesia Tumbuh Tangguh” yang berlangsung di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, pada 5 – 9 November 2025. Pameran ini menampilkan sekian banyak capaian dan inovasi industri nasional yang diklaim menunjukkan bahwa Indonesia mulai bergerak dari produsen komoditas sederhana menuju manufaktur dan teknologi bernilai tambah.
Pameran yang digelar publik ini bertujuan tidak hanya untuk menampilkan hasil industri, tetapi juga mengundang partisipasi masyarakat umum, pelaku industri, startup, hingga akademisi. Menurut pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, tema ini sengaja dipilih untuk “menampilkan produk sehari-hari yang ternyata hasil industri nasional yang punya nilai tambah tinggi dan mampu mendukung pemerataan ekonomi menuju Indonesia Maju, Mandiri dan Sejahtera”.
Lebih dari 50 pelaku industri binaan Kemenperin turut berpartisipasi dan pameran dibagi dalam delapan zona tematik, antara lain zona makanan dan minuman berkelanjutan, industri kimia dan farmasi, tekstil hulu-hilir, alat kesehatan, hilirisasi sumber daya alam, inovasi teknologi industri, pelayanan publik, dan insentif industri.
Also Read
Menurut siaran pers, sektor Industri Pengolahan Nonmigas (IPNM) mencatat pertumbuhan 5,58 persen (year-on-year) pada Triwulan III 2025, sementara pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,04 persen. Kontribusi IPNM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga mencapai 17,39 persen pada periode yang sama.
Di bidang investasi, periode Oktober 2024 hingga Juni 2025 mencatat realisasi investasi di industri manufaktur sebesar Rp 568,4 triliun atau sekitar 40,72 persen dari total investasi nasional, menunjukkan bahwa manufaktur masih menjadi sektor unggulan dalam perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dana Rp 12 Triliun untuk Dukung Lulusan SMA/SMK Bekerja di Luar Negeri
Dalam pameran tersebut, bagian terbesar diberi ruang untuk menampilkan teknologi industri 4.0 dan digitalisasi manufaktur: robotika, otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), dan sistem produksi cerdas. Kemenperin melalui program Making Indonesia 4.0 menegaskan bahwa transformasi teknologi bukan pilihan, melainkan keharusan.
Salah satu contoh yang ditampilkan: alat kesehatan buatan dalam negeri yang telah menembus pasar ekspor, produk tekstil terintegrasi hulu-hilir, serta teknologi hilirisasi sumber daya alam yang menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat daya saing nasional.
Meskipun berbagai capaian sudah ditampilkan, Kemenperin tetap menyadari bahwa persaingan global semakin ketat, terutama dari negara industri maju maupun negara berbiaya tenaga kerja rendah. Menteri Agus menyebut bahwa “ruang ekspansi kita masih besar, tetapi tidak otomatis berarti keberhasilan siapa yang tidak beradaptasi akan tertinggal.”
Pengamat industri menyoroti tiga tantangan kunci: pertama, investasi teknologi skala besar; kedua, peningkatan riset dan pengembangan (R&D) dalam negeri; ketiga, keberhasilan menembus pasar ekspor dengan produk inovatif dan berkualitas. Kemenperin menanggapi bahwa pameran ini sekaligus menjadi ajang mempromosikan hasil kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi.
Tak hanya perusahaan besar, Kemenperin juga menjadikan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sebagai bagian penting dari transformasi. Dalam pameran ini disediakan zona layanan publik dan insentif industri yang memberikan informasi akses kemudahan bagi IKM dalam hal kredit, teknologi, sertifikasi, dan ekspor.
Salah satu program terkait adalah fasilitasi akses pasar ekspor bagi IKM melalui pameran TEI 2025 dan kegiatan lainnya ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin membuka pintu bagi pelaku industri yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Selain fokus domestik, Kemenperin juga memperkuat diplomasi industri Indonesia di panggung global. Sebagai contoh, pada laporan oktober 2025 disebutkan bahwa Indonesia siap sebagai Partner Country dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 di Rusia langkah yang diyakini akan membuka peluang kerja sama teknologi dan ekspor manufaktur Indonesia ke dunia.
Pada area interaktif pameran, pengunjung dapat mencoba langsung produk-produk hasil industri nasional: mulai dari alat kesehatan buatan dalam negeri, mesin pertanian otomatis, hingga produk tekstil yang menggunakan teknologi ramah lingkungan. Salah satu pengunjung mengungkapkan betapa berbeda pengalaman melihat produk “Buatan Indonesia” yang dulu hanya sekadar label, kini nyata tampil dan dapat dicoba langsung.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Lagi, Begini Rinciannya per Gram
Menperin Agus menegaskan:
“Pameran ini bukan sekadar pamer produk, tetapi bukti nyata sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Kita ingin membangun struktur industri yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.”
Ia juga menambahkan bahwa publik bisa melihat bahwa industri nasional bukan “produk murah” untuk impor saja, melainkan produk bernilai tambah dengan kualitas ekspor. Momen ini sekaligus menjadi ajang edukasi bagi masyarakat bahwa penggunaan produk dalam negeri juga mendukung pemerataan ekonomi.
Berdasarkan data yang dibahas, manufaktur Indonesia mulai menunjukkan kemampuan untuk mendukung kemandirian ekonomi bukan hanya menjadi lapangan kerja, tetapi juga sumber devisa negara melalui ekspor. Dengan peningkatan nilai tambah dan teknologi, harapan pemerintah adalah sektor industri akan semakin menjadi motor utama ekonomi nasional.
Implementasi strategi ini diharapkan akan memperkuat sektor-sektor unggulan seperti tekstil, makanan dan minuman, alat kesehatan, otomotif, serta hilirisasi sumber daya alam yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor Indonesia.
Pameran Kemenperin ini menjadi tanda bahwa Indonesia tengah memasuki babak baru dalam pembangunan industri: dari sekadar produksi massal menuju produksi berkualitas tinggi dan teknologi modern. Namun, jalan ke sana penuh tantangan adaptasi teknologi, pengembangan SDM, dan penetrasi pasar ekspor harus terus dijalankan secara konsisten.
Jika momentum ini dapat diteruskan dan didukung oleh kebijakan yang tepat, transformasi industri nasional bukan hanya wacana melainkan kenyataan yang berdampak bagi setiap lapisan masyarakat. Dengan demikian, “ekonomi tumbuh tangguh” bukan sekadar slogan, tetapi target yang dapat diraih bersama.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…