Ekonomi

Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama Fintech untuk Dorong Ekonomi Digital ASEAN

beritahariini.news – Indonesia dan Singapura sepakat memperkuat kolaborasi strategis di bidang teknologi keuangan (FinTech) untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital ASEAN. Kesepakatan itu dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) yang digelar di Singapura, Jumat (25/10).

Kerja sama ini menandai babak baru hubungan ekonomi kedua negara, terutama dalam memperluas konektivitas layanan keuangan lintas batas, memperkuat ekosistem inovasi digital, dan mendorong inklusi keuangan yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Komisioner OJK Bidang Inovasi Teknologi Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Hasan Fawzi, bersama Deputy Managing Director MAS, Leong Sing Chiong. Keduanya menegaskan bahwa kemitraan ini bukan hanya sekadar simbol kerja sama, tetapi menjadi langkah konkret memperkuat daya saing digital kawasan.

Fokus Kerja Sama FinTech, Aset Digital, dan AI

Dalam perjanjian tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah program prioritas yang akan dijalankan secara bertahap mulai 2025 hingga 2027. Di antaranya adalah:

  1. Pertukaran pengetahuan dan kebijakan (knowledge sharing) di bidang inovasi teknologi keuangan, khususnya terkait pengembangan regulasi aset digital, kecerdasan buatan (AI), dan manajemen risiko keuangan modern.

  2. Penerapan regulatory sandbox bersama, yakni sistem uji coba terbatas bagi startup FinTech yang ingin memperkenalkan produk inovatif lintas negara tanpa harus menunggu izin penuh dari regulator.

  3. Kemudahan ekspansi perusahaan FinTech antarnegara, dengan memberikan akses bagi perusahaan Indonesia ke pasar Singapura dan sebaliknya melalui mekanisme cross-border referral.

  4. Peningkatan perlindungan konsumen dan keamanan siber, mengingat peningkatan aktivitas digital membawa risiko kejahatan finansial dan pelanggaran data pribadi.

“Kolaborasi ini menjadi tonggak penting bagi upaya kita memperkuat ekosistem FinTech ASEAN,” ujar Hasan Fawzi. “Indonesia adalah pasar digital terbesar di kawasan, sedangkan Singapura adalah pusat inovasi keuangan. Jika dua kekuatan ini bersatu, potensi ekonominya akan luar biasa.”

Leong Sing Chiong dari MAS menambahkan, kerja sama ini merupakan bentuk kepercayaan dan kedewasaan hubungan bilateral. “Kami dan OJK memiliki visi yang sama: membangun ekonomi digital yang aman, inklusif, dan terintegrasi di kawasan ASEAN,” katanya dalam pernyataan resmi.

Baca Juga: Kemenperin Pamerkan Kemajuan Teknologi dan Daya Saing Industri RI

Dorongan bagi Ekonomi Digital ASEAN

Menurut data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun, dengan kontribusi sektor FinTech mencapai lebih dari 20 persen. Kerja sama dengan Singapura diharapkan dapat membuka akses pasar, mempercepat investasi teknologi, dan memperkuat daya saing pelaku FinTech nasional di kancah regional.

OJK menyebut, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah menghubungkan sistem pembayaran lintas negara agar lebih efisien dan murah. Melalui integrasi QRIS Cross-Border dan pengembangan real-time payment linkage, masyarakat kedua negara nantinya bisa bertransaksi digital dengan mudah tanpa harus menukar mata uang.

Selain itu, Indonesia dan Singapura juga berkomitmen memperkuat dukungan bagi UMKM digital melalui program pendampingan dan akses pembiayaan berbasis teknologi. Program ini akan memungkinkan pelaku usaha kecil di Indonesia untuk menjangkau pasar regional, sekaligus memanfaatkan layanan keuangan berbasis data yang dikembangkan di Singapura.

“Kerja sama ini tidak hanya untuk korporasi besar. Kami ingin memastikan UMKM juga mendapatkan manfaat nyata dari integrasi ekonomi digital,” ujar Hasan Fawzi.

Menghadapi Tantangan Regulasi dan Keamanan

Meski peluangnya besar, kedua negara menyadari bahwa kerja sama lintas batas di sektor FinTech juga menghadirkan tantangan. Perbedaan regulasi, sistem hukum, dan standar keamanan data menjadi isu utama yang perlu diatasi.

Dalam hal ini, OJK dan MAS sepakat membentuk forum teknis bersama untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat perlindungan konsumen. Kedua lembaga juga akan berbagi pengalaman dalam menangani potensi penyalahgunaan aset digital, penipuan daring, hingga ancaman cyber attack di sektor keuangan.

“Keamanan siber adalah fondasi dari kepercayaan digital. Tanpa kepercayaan, tidak akan ada ekonomi digital,” ujar Leong Sing Chiong menegaskan. Ia menyebut kerja sama pengawasan siber dan pelaporan kejahatan digital menjadi prioritas dalam implementasi MoU ini.

Komitmen Menuju Integrasi Keuangan ASEAN

Pemerintah kedua negara berharap kolaborasi ini dapat menjadi model bagi kerja sama serupa di tingkat ASEAN. Seiring dengan target ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang tengah disusun, Indonesia dan Singapura ingin memimpin langkah menuju integrasi ekonomi digital kawasan.

Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, menyebut bahwa kerja sama ini akan mempercepat adopsi sistem pembayaran regional dan memperluas konektivitas digital. “Langkah Indonesia dan Singapura bisa menjadi katalis bagi harmonisasi regulasi digital ASEAN. Ini bukan sekadar kerja sama dua negara, tapi fondasi bagi ekonomi digital regional,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung penuh inisiatif ini dengan menyiapkan kerangka tata kelola data lintas batas (cross-border data governance) yang akan memperlancar arus informasi antar platform keuangan digital.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dana Rp 12 Triliun untuk Dukung Lulusan SMA/SMK Bekerja di Luar Negeri

Peluang Besar bagi Startup dan Investor

Dari sisi industri, pelaku startup dan investor menyambut positif kerja sama ini. Ketua Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH), Pandu Sjahrir, menilai langkah OJK dan MAS dapat mempercepat integrasi ekosistem startup antara Jakarta dan Singapura, dua kota yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.

“Selama ini banyak startup FinTech Indonesia yang kesulitan menembus pasar regional karena perbedaan regulasi. Dengan adanya MoU ini, akan lebih mudah bagi perusahaan dari kedua negara untuk berekspansi dan berkolaborasi,” ujarnya.

Data AFTECH mencatat, terdapat lebih dari 1.200 perusahaan FinTech yang beroperasi di Indonesia pada 2025, mencakup sektor pembayaran digital, pinjaman online, asuransi digital, hingga manajemen investasi berbasis aplikasi. Dengan konektivitas Singapura sebagai hub keuangan global, kolaborasi ini berpotensi membuka jalur pendanaan baru bagi perusahaan rintisan di Tanah Air.

Membangun Ekosistem yang Berkelanjutan

Baik OJK maupun MAS menegaskan pentingnya prinsip keberlanjutan dalam setiap inovasi teknologi keuangan. Kedua lembaga berkomitmen mendorong pengembangan green finance dan digital inclusion, yakni pemanfaatan teknologi finansial yang ramah lingkungan dan bisa diakses oleh semua kalangan masyarakat.

Selain itu, akan digelar Indonesia-Singapore FinTech Forum pada awal 2026, sebagai wadah diskusi antara regulator, pelaku industri, dan investor internasional. Forum ini diharapkan melahirkan inisiatif konkret seperti integrasi data kredit, kolaborasi open banking, serta pengembangan aset digital berbasis blockchain yang aman dan transparan.

Kerja sama FinTech antara Indonesia dan Singapura menjadi bukti nyata komitmen kedua negara dalam membangun masa depan ekonomi digital ASEAN. Dengan potensi pasar yang besar, dukungan teknologi yang kuat, serta sinergi regulasi yang semakin erat, kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat transformasi ekonomi regional menuju era keuangan modern yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam lanskap ekonomi global yang terus berubah, langkah kedua negara ini menegaskan bahwa kerjasama adalah kunci utama untuk bertahan dan tumbuh di era digital. Indonesia dan Singapura kini tidak hanya berbagi visi, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan FinTech ASEAN yang terhubung, aman, dan penuh inovasi.

Priscilla Austin

Recent Posts

Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik di Tengah Isu Kenaikan Harga

beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…

6 bulan ago

Kejari Karo Bongkar Pola Dugaan Korupsi Jasa Videografi, Amsal Sitepu Jadi Tersangka

beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…

6 bulan ago

Gol yang Lama Dinanti Paul Pogba Akhiri Puasa Empat Tahun

beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…

6 bulan ago

Pejabat Tertinggi Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Israel di Bandar Abbas

beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…

6 bulan ago

Trump Manuver Diplomatik Lewat Pakistan, Dorong Gencatan Senjata dengan Iran

beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…

6 bulan ago

Sejarah Baru Moto3 Honda Team Asia Soroti Debut Fantastis Veda Ega Pratama

beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…

6 bulan ago