Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. (beritahariini/Priscilla)
beritahariini.news – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, membuat kejutan di dunia olahraga dan politik dengan ikut serta dalam gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025, yang berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang. Hasto hadir bukan sebagai figur kampanye, melainkan sebagai “warga biasa” yang ingin mempromosikan gaya hidup sehat dan semangat pantang menyerah melalui olahraga.
Hasto akan berlari di kategori 10 kilometer (10K) dalam Borobudur Marathon. Keikutsertaannya diumumkan menjelang lomba utama yang diselenggarakan pada tanggal 16 November 2025, dengan start dan finish di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur.
Ia menegaskan bahwa partisipasinya bukan dalam kapasitas politik, melainkan sebagai warga negara yang mendukung “sport tourism” dan kesehatan masyarakat. Dalam pernyataannya, Hasto menyebut bahwa olahraga lari adalah cara konkret untuk menanamkan nilai-nilai: disiplin, ketekunan, dan daya tahan.
Also Read
Bagi Hasto, lari adalah lebih dari sekadar aktivitas fisik: ia melihatnya sebagai metafora hidup. Ia mengutip prinsip mens sana in corpore sano “jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat” sebagai fondasi semangat juang yang harus dimiliki setiap warga.
“Saat kita berlari, kita tidak hanya menguji otot dan stamina, tetapi belajar strategi dan keteguhan saat menghadapi titik paling sulit,” kata Hasto. Ia yakin bahwa nilai-nilai yang muncul dari latihan lari bisa ditransfer ke kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan besar baik di ranah politik, sosial, maupun ekonomi.
Borobudur Marathon 2025 memiliki status istimewa: ajang ini resmi menyandang Elite Label dari World Athletics, lembaga tertinggi di dunia atletik. Status tersebut menandakan bahwa kualitas penyelenggaraan lomba sudah diakui secara global.
Prestise itu menarik ribuan pelari, termasuk elite nasional dan internasional. Panitia mencatat ada sekitar 10.500 peserta dalam lomba tahun ini, termasuk pelari asing dari puluhan negara. Menurut Disporapar Jawa Tengah, event ini bukan hanya lomba lari, tetapi bagian dari “sport tourism” yang mampu mendorong perekonomian lokal.
Baca Juga: Syaiful Huda Inisiasi RUU Pekerja Gig, Soroti Lemahnya Perlindungan Pekerja Digital
Tahun 2025, Borobudur Marathon menghadirkan rute baru yang disebut memberikan sensasi dan tantangan berbeda bagi para pelari. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menuturkan bahwa desain rute tersebut masih mempertahankan elemen tanjakan khas Magelang, namun telah dirombak agar distribusi pelari lebih merata dan pengalaman menjadi lebih menarik.
Sumarno juga menyatakan bahwa penyelenggaraan lomba itu berfungsi ganda: sebagai event olahraga sekaligus sebagai pendorong sektor pariwisata dan UMKM di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Bank Jateng, sebagai penyelenggara utama, juga berkolaborasi untuk menampilkan produk lokal melalui bazar UMKM sepanjang rangkaian acara.
Borobudur Marathon bukan sekadar soal langkah demi langkah pelari ada dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Magelang dan sekitarnya. Ajang ini disebut sebagai “pintu” ekonomi pariwisata bagi Jawa Tengah.
Berdasarkan data dari panitia, rute baru dan partisipasi pelari internasional diharapkan bisa menggenjot perputaran ekonomi lokal, terutama di sektor UMKM mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga akomodasi wisatawan. Sekretaris Daerah Sumarno menyebut bahwa pemilihan “sport tourism” sebagai strategi pembangunan sejalan dengan visi Jateng dalam mendorong konsumsi domestik melalui pariwisata berbasis olahraga.
Menurut laporan Suara Merdeka, pada konferensi pers di Magelang sebelum lomba, Sumarno menyatakan total peserta naik dari sekitar 10.500 tahun sebelumnya menjadi 11.500 pelari di edisi 2025, yang datang dari 38 negara. Ini menjadi bukti bahwa Borobudur Marathon semakin mendunia dan menjadi magnet sport tourism internasional.
Keikutsertaan Hasto Kristiyanto ini menarik karena jarang politisi tingkat tinggi terjun ke lomba lari internasional dalam kapasitas “amatir” murni. Dalam pernyataannya, Hasto menyebut bahwa dia hadir sebagai figur warga negara biasa, bukan sebagai bagian dari kampanye partai.
Ia berharap keikutsertaannya dapat menginspirasi masyarakat terutama generasi muda untuk mengadopsi gaya hidup sehat, berani bermimpi, dan rajin berlatih. Menurut dia, menanamkan budaya olahraga bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga soal meningkatkan daya juang dan karakter.
Lokasi lomba Candi Borobudur tidak sekadar menjadi latar indah bagi ajang lari, tetapi juga simbol nilai budaya dan sejarah Indonesia. Hasto menyebut bahwa lari melewati kawasan Candi Borobudur adalah kesempatan menampilkan mahakarya peradaban kepada dunia.
Menurutnya, lintasan di sekitar Borobudur memungkinkan para pelari tidak hanya merasakan tantangan fisik, tetapi juga mengalami pengalaman spiritual dan kultural, karena mereka menyatu dengan lanskap warisan dunia yang megah dan sarat makna.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Kader Gerindra Setiap Kebijakan Harus Berpihak ke Rakyat
Dalam pidatonya sebelum lomba, Hasto menyampaikan harapan agar lebih banyak anak muda ikut lari sebagai bagian dari cara mendidik karakter. Menurut dia, berlari mengajarkan kesabaran, disiplin, dan manajemen energi kualitas yang sangat diperlukan di masa kini.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan “mens sana in corpore sano” sebagai budaya sehari-hari bukan hanya slogan semata, tetapi nilai yang diaplikasikan dalam kehidupan publik: warga yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap menghadapi tantangan sosial, politik, dan ekonomi.
Meskipun keikutsertaan Hasto mendapat dukungan, tidak bisa diabaikan bahwa figur politik selevel Sekjen partai turun sebagai peserta lomba bisa menimbulkan persepsi politisasi event olahraga. Ada kemungkinan sebagian pihak mempertanyakan apakah tindakan itu benar-benar murni untuk promosi gaya hidup sehat, ataukah untuk mendapatkan publisitas politik.
Namun, Hasto sejak awal mengklarifikasi bahwa ia tidak menggunakan momentum lomba ini untuk kampanye. Ia menegaskan komitmennya pada semangat “warga biasa” yang hanya ingin berpartisipasi di acara olahraga tanpa embel-embel politis.
Keikutsertaan Hasto Kristiyanto di Borobudur Marathon 2025 menjadi simbol persatuan antara politik, olahraga, dan masyarakat. Lewat langkahnya di rute 10K, ia tidak hanya menorehkan jejak kaki, tetapi juga menanamkan pesan kuat: bahwa hidup adalah maraton dengan tantangan yang tak pasti, dan setiap lari adalah latihan menuju keteguhan.
Dengan latar Candi Borobudur yang megah serta dukungan internasional dari status Elite Label, acara ini menjadi panggung ideal untuk menyampaikan bahwa kesehatan fisik dan mental adalah dasar dari daya juang bangsa. Semangat mens sana in corpore sano yang diusung Hasto bisa menjadi inspirasi agar semakin banyak warga berlari bukan cuma demi kesehatan, tetapi demi menghadapi masa depan dengan optimisme, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…