Ekonomi

Harga TBS Sawit Kaltim Naik Signifikan, Dipicu Kenaikan CPO dan Kernel

beritahariini.news – Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kalimantan Timur pada periode pertengahan hingga akhir Juli 2025 mengalami peningkatan signifikan di seluruh kelompok umur tanaman. Lonjakan harga ini dipicu oleh penguatan harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel yang terus naik di pasar global.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Andi M. Siddik, menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut membawa dampak positif terhadap kesejahteraan petani sawit. Terutama, bagi petani yang sudah tergabung dalam kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit, kenaikan harga ini langsung berimbas pada peningkatan pendapatan.

Rincian Harga CPO, Kernel, dan Indeks K

BACA JUGA: Kementrans Siapkan Pembekalan Ekspedisi Patriot: 2.000 Personel Ditugaskan Petakan Potensi Kawasan Transmigrasi

Berdasarkan data resmi yang ditetapkan pemerintah provinsi, harga rata-rata tertimbang CPO pada periode 16–31 Juli 2025 mencapai Rp13.835,46 per kilogram. Sementara itu, harga kernel tercatat Rp10.468,77 per kilogram. Nilai Indeks K sebagai dasar perhitungan harga berada di angka 88,48 persen.

Peningkatan harga CPO dan kernel tersebut menjadi faktor utama yang mendorong naiknya harga TBS di tingkat petani.

Daftar Harga TBS Sawit Berdasarkan Umur Tanaman

Harga TBS sawit di Kaltim pada periode ini ditetapkan berbeda sesuai dengan umur tanaman. Berikut rincian lengkapnya:

  • Umur 3 tahun: Rp2.765,56/kg
  • Umur 4 tahun: Rp2.949,62/kg
  • Umur 5 tahun: Rp2.967,18/kg
  • Umur 6 tahun: Rp2.999,08/kg
  • Umur 7 tahun: Rp3.017,17/kg
  • Umur 8 tahun: Rp3.039,84/kg
  • Umur 9 tahun: Rp3.103,66/kg
  • Umur 10 tahun: Rp3.140,12/kg

Kenaikan harga ini berlaku bagi petani plasma atau petani yang bermitra langsung dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di wilayah Kalimantan Timur.

Perlindungan Petani Melalui Kemitraan

BACA JUGA: KKP Perkuat Produksi Perikanan Budi Daya Berbasis Teknologi untuk Ketahanan Pangan Nasional

Menurut Andi M. Siddik, adanya penetapan harga standar yang berlaku bagi kebun plasma diharapkan dapat memberikan kepastian harga bagi petani. Dengan begitu, petani tidak lagi dirugikan oleh permainan harga dari para tengkulak.

“Kerjasama kelompok tani dengan pihak pabrik minyak sawit diharapkan mampu memastikan harga TBS sesuai dengan harga normal. Dengan adanya standar ini, petani tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak,” ujarnya.

Dampak Positif bagi Perekonomian Daerah

Kenaikan harga TBS sawit tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga membawa dampak positif terhadap perekonomian daerah. Pendapatan petani yang meningkat akan mendorong daya beli masyarakat pedesaan. Hal ini turut memperkuat roda perekonomian lokal, khususnya di daerah-daerah sentra sawit Kalimantan Timur.

Selain itu, industri sawit juga berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Dengan naiknya harga TBS, geliat industri kelapa sawit di daerah ini diprediksi semakin bergairah.

Harapan ke Depan

Pemerintah daerah berharap tren positif ini terus berlanjut seiring stabilitas harga CPO dan kernel di pasar global. Selain itu, peran kemitraan antara petani dengan perusahaan diharapkan semakin solid sehingga tercipta ekosistem yang adil dan berkelanjutan dalam industri kelapa sawit.

Andi menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau pergerakan harga sekaligus memastikan distribusi informasi kepada petani berjalan transparan. Dengan begitu, petani bisa memperoleh harga yang wajar sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Harga TBS sawit di Kalimantan Timur periode Juli 2025 mengalami kenaikan signifikan, didorong oleh penguatan harga CPO dan kernel. Kenaikan ini membawa keuntungan langsung bagi petani, terutama mereka yang bermitra dengan pabrik sawit. Dengan adanya standar harga resmi dari pemerintah daerah, diharapkan petani lebih terlindungi dari praktik tengkulak serta mampu menikmati hasil jerih payahnya secara lebih adil.

Apabila tren positif ini terus berlanjut, sektor perkebunan sawit Kaltim diyakini akan semakin berkontribusi besar bagi peningkatan kesejahteraan petani sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.

Priscilla Austin

Recent Posts

Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik di Tengah Isu Kenaikan Harga

beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…

6 bulan ago

Kejari Karo Bongkar Pola Dugaan Korupsi Jasa Videografi, Amsal Sitepu Jadi Tersangka

beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…

6 bulan ago

Gol yang Lama Dinanti Paul Pogba Akhiri Puasa Empat Tahun

beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…

6 bulan ago

Pejabat Tertinggi Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Israel di Bandar Abbas

beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…

6 bulan ago

Trump Manuver Diplomatik Lewat Pakistan, Dorong Gencatan Senjata dengan Iran

beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…

6 bulan ago

Sejarah Baru Moto3 Honda Team Asia Soroti Debut Fantastis Veda Ega Pratama

beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…

6 bulan ago