beritahariini.news – Pergerakan harga bahan pokok pada Rabu, 11 Desember 2024, menunjukkan sejumlah perubahan signifikan. Lonjakan harga terlihat pada harga daging ayam ras dan ikan bandeng, sementara beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan harga. Data yang dihimpun dari Panel Harga Badan Pangan Nasional mencerminkan dinamika kebutuhan pangan masyarakat yang terus berubah setiap harinya.
Kenaikan Harga Daging Ayam Ras Capai 6,76 Persen
Harga daging ayam ras per kilogram naik tajam sebesar Rp 2.650 atau 6,76 persen dibandingkan kemarin. Kini, harga daging ayam ras berada di angka Rp 39.210 per kilogram secara nasional. Lonjakan tertinggi tercatat di wilayah Maluku, di mana harga mencapai Rp 60.000 per kilogram.
Bila dibandingkan dengan minggu lalu, harga daging ayam ras hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp 2.590 atau 6,61 persen dari Rp 36.620. Lonjakan ini semakin terasa jika dibandingkan dengan bulan lalu, yang menunjukkan kenaikan serupa sebesar 6,61 persen.
Ikan Bandeng Naik 6,40 Persen, Sulawesi Tenggara Dominasi Harga Tertinggi
Komoditas lain yang mengalami kenaikan signifikan adalah ikan bandeng. Harga per kilogramnya naik Rp 2.300 atau 6,40 persen, dari Rp 33.630 menjadi Rp 35.930. Sulawesi Tenggara menjadi provinsi dengan harga tertinggi, di mana ikan bandeng dibanderol Rp 40.000 per kilogram.
Dibandingkan minggu lalu, harga ikan bandeng hari ini naik Rp 2.170 atau 6,04 persen. Lonjakan ini juga tercermin dari perbandingan bulan lalu, yang menunjukkan kenaikan serupa sebesar 6,04 persen.
Komoditas Pangan Lainnya yang Mengalami Kenaikan
Tidak hanya daging ayam ras dan ikan bandeng, sejumlah bahan pokok lain turut mengalami kenaikan harga. Berikut daftar lengkapnya:
- Telur ayam ras: Naik dari Rp 28.950 menjadi Rp 30.120 per kilogram.
- Jagung di tingkat peternak: Naik dari Rp 5.990 menjadi Rp 6.580 per kilogram.
- Ikan tongkol: Naik menjadi Rp 32.020 per kilogram dari sebelumnya Rp 31.460.
- Ikan kembung: Naik menjadi Rp 37.880 per kilogram dari sebelumnya Rp 37.470.
- Minyak goreng kemasan sederhana: Naik menjadi Rp 18.970 per liter dari sebelumnya Rp 18.580.
- Bawang putih bonggol: Naik dari Rp 42.120 menjadi Rp 42.260 per kilogram.
- Kedelai biji kering (impor): Naik menjadi Rp 10.570 per kilogram dari sebelumnya Rp 10.470.
- Gula konsumsi: Naik dari Rp 17.950 menjadi Rp 18.050 per kilogram.
- Tepung terigu kemasan (non-curah): Naik dari Rp 13.050 menjadi Rp 13.100 per kilogram.
- Tepung terigu curah: Naik menjadi Rp 10.170 per kilogram dari sebelumnya Rp 10.120.
- Beras premium: Naik dari Rp 15.390 menjadi Rp 15.410 per kilogram.
- Cabai merah keriting: Naik dari Rp 31.110 menjadi Rp 31.120 per kilogram.
Penurunan Harga Pangan: Daging Sapi Turun Tajam
Di sisi lain, beberapa bahan pokok justru mengalami penurunan harga. Penurunan paling tajam tercatat pada daging sapi murni, yang turun sebesar 2,43 persen atau Rp 3.200, dari Rp 134.800 menjadi Rp 131.600 per kilogram. Maluku mencatat harga daging sapi murni terendah di Rp 100.000 per kilogram.
Penurunan harga ini juga terlihat jika dibandingkan dengan minggu lalu, di mana harga turun Rp 3.160 atau 2,40 persen. Dibandingkan bulan lalu, penurunan bahkan mencapai Rp 3.680 atau 2,80 persen.
Komoditas Lain yang Mengalami Penurunan
Selain daging sapi murni, beberapa bahan pokok lainnya juga mencatat penurunan harga:
- Bawang merah: Turun dari Rp 39.860 menjadi Rp 38.190 per kilogram.
- Cabai rawit merah: Turun menjadi Rp 37.730 per kilogram dari sebelumnya Rp 38.950.
- Minyak goreng curah: Turun menjadi Rp 16.510 per liter dari sebelumnya Rp 17.300.
- Garam halus beryodium: Turun menjadi Rp 11.410 per kilogram dari sebelumnya Rp 11.540.
- Beras medium: Turun dari Rp 13.470 menjadi Rp 13.430 per kilogram.
Dampak Kenaikan dan Penurunan Harga bagi Masyarakat
Fluktuasi harga bahan pokok seperti daging ayam ras dan ikan bandeng memberikan dampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada komoditas ini untuk konsumsi sehari-hari. Sementara penurunan harga pada beberapa bahan seperti daging sapi dan bawang merah memberikan sedikit kelonggaran bagi anggaran rumah tangga.
Kesimpulan
Perubahan harga bahan pokok menjadi indikator penting dalam memahami dinamika pasar dan daya beli masyarakat. Dengan terus memantau pergerakan harga melalui platform resmi, masyarakat dapat mengatur pengeluaran dengan lebih baik. Untuk ke depannya, diharapkan langkah-langkah stabilisasi harga dari pemerintah dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.