Gerindra Tegaskan Kabinet Prabowo Solid Jalankan Astacita Demi Kemakmuran Nasional
Gerindra Tegaskan Kabinet Prabowo Solid Jalankan Astacita Demi Kemakmuran Nasional
beritahariini.news – Politikus Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa komposisi kabinet pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan soliditas tinggi dalam menjalankan agenda nasional. Ia menyampaikan bahwa seluruh jajaran menteri berada dalam garis koordinasi yang sama, bekerja bahu-membahu untuk merealisasikan delapan cita-cita strategis Prabowo atau yang dikenal sebagai Astacita.
Pernyataan tersebut disampaikan Hendarsam dalam forum diskusi bertajuk “Kinerja Pemerintah dan Optimisme Publik” yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Trijaya FM pada Sabtu (31/5). Dalam paparannya, Hendarsam menampik anggapan bahwa struktur kabinet yang besar akan menyulitkan koordinasi. Justru sebaliknya, ia menilai kabinet saat ini mampu menghadirkan sinergi nyata di lintas kementerian dan lembaga.
“Jika bicara soal kekompakan, maka indikator utamanya adalah keberhasilan kabinet dalam menjalankan semua program prioritas presiden tanpa perpecahan visi. Tidak ada ego sektoral, tidak ada program ‘jalan sendiri’. Semua bergerak dalam satu arah, yaitu Astacita,” tegasnya.
Astacita: Fondasi Visi Pembangunan Jangka Panjang Prabowo
Astacita, atau delapan cita-cita strategis Presiden Prabowo, menjadi panduan utama dalam pembangunan nasional. Visi ini disusun sebagai arah kebijakan makro yang mencakup reformasi struktural, kemandirian ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kualitas hidup rakyat.
Menurut Politikus Partai Gerindra Hendarsam, seluruh kementerian dan lembaga diarahkan untuk menyelaraskan kebijakan sektoralnya sesuai dengan kerangka besar Astacita. Tidak ada ruang bagi agenda individual ataupun kelompok yang bertentangan dengan garis kebijakan presiden.
Program Makan Bergizi Gratis: Simbol Sinergi Kementerian
Salah satu program unggulan yang menunjukkan kuatnya kolaborasi antarkementerian dalam mewujudkan Astacita adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hendarsam menyebut program ini sebagai contoh nyata keberhasilan koordinasi lintas sektor antara instansi pusat, daerah, hingga lembaga non-pemerintah.
Program MBG tidak hanya mengandalkan Kementerian Sosial, tetapi juga melibatkan TNI, Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pendidikan, dan pemerintah daerah untuk menjangkau anak-anak usia sekolah dan balita yang masuk dalam kategori prioritas penerima manfaat.
“Melalui MBG, kita bisa melihat bagaimana kementerian yang secara struktural berbeda justru bekerja dalam semangat kolektif. Tidak ada ego institusional, yang ada hanya satu tujuan: memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak,” jelas Hendarsam.
Program MBG juga dinilai sebagai kebijakan yang berdampak luas, karena tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung produktivitas generasi muda dan menurunkan angka stunting secara nasional.
Penguatan Ketahanan Pangan: Arah Strategis Menuju Kedaulatan Nasional
Selain MBG, program lain yang menjadi indikator keberhasilan koordinasi kabinet adalah penguatan ketahanan pangan nasional. Dalam konteks ini, pemerintah memfokuskan upaya pada penciptaan lumbung pangan daerah dan peningkatan kapasitas produksi domestik.
Program ini mendorong keterlibatan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Kementerian BUMN, hingga Badan Pangan Nasional dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
“Kita lihat bagaimana proyek-proyek food estate dijalankan tidak hanya oleh satu kementerian, tetapi melibatkan semua sektor pendukung. Presiden Prabowo memberi arahan agar seluruh potensi sumber daya digunakan maksimal untuk menjamin ketersediaan pangan nasional,” terang Hendarsam.
Program ini juga dikaitkan dengan stabilitas harga bahan pokok dan upaya pengentasan kemiskinan, mengingat pangan adalah salah satu kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
Menghadapi Tantangan Kabinet Gemuk: Prabowo Dinilai Mampu Menyatukan Kepentingan
Menjawab keraguan sebagian pihak terkait struktur kabinet yang dinilai “gemuk” dan penuh dengan beragam kepentingan politik, Hendarsam menegaskan bahwa Presiden Prabowo mampu menjadi titik pusat kendali yang kuat dalam mengoordinasikan seluruh kementerian.
“Banyak yang awalnya skeptis karena kabinet ini dihuni oleh berbagai latar belakang politik. Namun sejauh ini kita lihat, tidak ada satupun program yang tumpang tindih atau keluar dari jalur Astacita. Itu karena Prabowo memiliki kendali penuh sebagai kepala pemerintahan yang tegas dan inklusif,” ujar Hendarsam.
Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan justru menjadi kekuatan dalam proses perumusan kebijakan, karena setiap kebijakan yang diambil telah melewati proses deliberatif dengan melibatkan berbagai elemen secara proporsional.
Optimisme Publik Menguat, Kepercayaan Terhadap Pemerintah Meningkat
Diskusi publik yang diselenggarakan oleh Trijaya FM tersebut juga menyoroti tren meningkatnya tingkat optimisme publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo. Survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menilai positif langkah-langkah pemerintah dalam membenahi sektor-sektor strategis.
Keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, menurunkan angka pengangguran, serta memperkuat infrastruktur dasar menjadi faktor utama meningkatnya tingkat kepuasan publik.
Astacita sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Gerindra Tegaskan, Hendarsam menekankan bahwa Astacita bukanlah sekadar slogan politik, melainkan platform pembangunan jangka panjang yang dirancang untuk membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi Astacita akan menjadi indikator utama keberhasilan pemerintahan Prabowo.
“Jika Astacita mampu dijalankan secara konsisten selama lima tahun ke depan, saya yakin kita akan memiliki fondasi yang kuat untuk menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga menyerukan agar masyarakat terus mengawal kebijakan pemerintah dan memberikan masukan konstruktif agar pembangunan tetap berjalan pada jalurnya.