beritahariini.news – Dalam beberapa tahun terakhir, matcha telah menjelma menjadi minuman favorit, terutama di kalangan generasi muda. Minuman berwarna hijau pekat ini tak hanya populer karena rasa dan aromanya yang khas, tetapi juga karena diyakini memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Matcha dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan kopi karena kandungan antioksidan dan nutrien alaminya yang tinggi. Namun, tren konsumsi matcha yang berlebihan telah memicu kekhawatiran, terlebih setelah viralnya laporan seorang pemuda yang dikabarkan masuk Unit Gawat Darurat (UGD) akibat Efek Samping Matcha.
Apa Itu Matcha dan Kandungan Nutrisinya
Matcha adalah teh hijau dalam bentuk bubuk yang berasal dari daun tanaman Camellia sinensis. Berbeda dari teh hijau biasa, matcha dikonsumsi secara utuh bersama dengan serbuknya, bukan hanya air seduhannya. Proses pembuatan matcha dilakukan dengan menggiling daun teh berkualitas tinggi yang telah dikukus dan dikeringkan hingga menjadi bubuk halus.
Dalam setiap sendok matcha, terkandung nutrisi seperti:
Kandungan tersebut menjadikan matcha bermanfaat untuk meningkatkan fokus, menjaga energi, serta membantu pencegahan penyakit kronis. Namun, konsumsi yang tidak sesuai dosis dapat menimbulkan berbagai efek samping serius.
Batas Konsumsi Aman Matcha
Menurut sejumlah referensi ilmiah, termasuk publikasi dari Verywellhealth, batas konsumsi matcha yang aman untuk orang dewasa adalah sekitar 1,5 gram sebanyak dua kali sehari, atau maksimum 4 gram per hari. Konsumsi di atas ambang batas tersebut, terutama dalam jangka panjang, dapat berdampak negatif terhadap tubuh. Hal ini diperparah jika matcha dikonsumsi bersama bahan tambahan seperti gula berlebih, pemanis buatan, atau dalam bentuk olahan minuman kekinian seperti latte manis dan boba.
Efek Samping Jangka Pendek Konsumsi Matcha Berlebihan
Meski dikenal sebagai minuman sehat, matcha dalam dosis tinggi bisa menyebabkan gangguan dalam waktu singkat, terutama bagi individu yang memiliki sensitivitas terhadap kafein. Efek samping jangka pendek yang sering dilaporkan antara lain:
-
Gangguan lambung, seperti asam lambung naik atau nyeri ulu hati
-
Sakit kepala akibat konsumsi kafein berlebihan
-
Ruam kulit dan reaksi alergi ringan
-
Pusing, mual, dan jantung berdebar
-
Gangguan tidur (insomnia)
-
Rasa gelisah atau cemas yang berlebihan
Kasus viral yang terjadi baru-baru ini menggambarkan seorang pemuda yang harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala seperti sesak napas dan tekanan darah meningkat usai mengonsumsi matcha secara berlebihan selama beberapa hari berturut-turut. Gejala ini menunjukkan bahwa meskipun matcha berasal dari bahan alami, konsumsi yang tidak bijak bisa membahayakan.
BACA JUGA : 5 Jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Memicu Pertumbuhan Sel Kanker
Efek Samping Matcha Jangka Panjang Konsumsi Matcha Berlebih
Konsumsi matcha secara kronis dalam jumlah besar dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan organ dalam. Di antaranya:
-
Kerusakan Hati Kandungan EGCG dalam matcha dalam jumlah besar diketahui dapat menyebabkan hepatotoksisitas atau kerusakan hati. Efek ini telah ditemukan dalam studi pada hewan dan manusia yang mengonsumsi suplemen teh hijau dalam dosis tinggi.
-
Peningkatan Tekanan Darah Meskipun pada dosis sedang theanine dalam matcha mampu memberikan efek relaksasi, konsumsi berlebih kafein dalam matcha justru dapat meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja jantung.
-
Gangguan Fungsi Ginjal Kandungan zat tanin dalam matcha yang tinggi bisa mengganggu penyerapan zat besi, serta menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
-
Reaksi Alergi Berat Beberapa individu sensitif terhadap zat tertentu dalam matcha, yang dapat memicu batuk kronis, sesak napas, gatal-gatal, bahkan anafilaksis jika tidak ditangani dengan benar.
-
Masalah Reproduksi Beberapa laporan menyebutkan bahwa konsumsi kafein berlebih dapat memengaruhi siklus menstruasi dan hormon wanita. Beberapa wanita muda mengaku mengalami keterlambatan haid setelah rutin mengonsumsi matcha setiap hari.
Kandungan Kafein yang Harus Diwaspadai
Meski tidak setinggi kopi, matcha tetap mengandung kafein dalam jumlah signifikan, sekitar 35–70 mg per gram. Jika dikonsumsi berlebihan, kafein dalam matcha dapat menyebabkan overstimulasi sistem saraf pusat, yang berujung pada gejala seperti:
Kafein juga bersifat diuretik, sehingga bisa menyebabkan dehidrasi jika tidak diimbangi dengan cukup air putih.
Kapan Harus Menghindari Efek Samping Matcha
Beberapa kondisi yang sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi matcha antara lain:
-
Penderita maag kronis atau GERD
-
Ibu hamil dan menyusui
-
Penderita hipertensi tidak terkontrol
-
Orang dengan gangguan tidur
-
Pasien dengan riwayat penyakit hati
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi matcha dalam jumlah signifikan.
Cara Aman Menikmati Matcha Terhindar dari Efek Samping Matcha
Untuk tetap bisa mendapatkan manfaat dari matcha tanpa mengalami efek samping, berikut beberapa tips konsumsi yang bijak:
-
Batasi konsumsi matcha maksimal 1–2 cangkir per hari
-
Hindari menambahkan terlalu banyak gula atau pemanis buatan
-
Jangan konsumsi matcha saat perut kosong
-
Kombinasikan dengan makanan berserat tinggi untuk mengurangi iritasi lambung
-
Hindari konsumsi matcha menjelang tidur agar tidak mengganggu istirahat malam
Kesimpulan
Matcha memang memiliki segudang manfaat kesehatan, mulai dari peningkatan konsentrasi hingga perlindungan sel tubuh dari radikal bebas. Namun, mengonsumsi matcha secara berlebihan bisa menyebabkan efek samping serius yang berdampak pada sistem pencernaan, jantung, liver, hingga sistem hormon tubuh. Kesadaran akan batas konsumsi harian dan memahami kondisi tubuh masing-masing sangat penting agar tidak terjebak dalam euforia tren gaya hidup sehat yang justru berdampak buruk.
Dalam era di mana tren minuman sehat seperti matcha menjadi gaya hidup, edukasi mengenai efek samping matcha sangat penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menikmati manfaatnya tanpa risiko kesehatan yang mengintai.