https://asset.kompas.com/crops/RF3pLxURRCiwzepfa4jOYZC2vyo=/0x0:750x500/1200x800/data/photo/2022/09/23/632c98992b725.jpg
beritahariini.news – Seiring dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik (EV) di berbagai negara, termasuk Indonesia, tantangan baru pun muncul terkait pengelolaan limbah baterai bekas. Baterai kendaraan listrik memiliki masa pakai terbatas, biasanya antara tujuh hingga delapan tahun, sebelum mengalami degradasi kinerja yang signifikan. Oleh karena itu, daur ulang baterai menjadi langkah krusial untuk mengurangi dampak lingkungan dan mendukung ekonomi sirkular.
Founder & Principal PT Life Cycle Indonesia, Jessica Hanafi, menyampaikan bahwa kendaraan listrik merupakan bagian penting dari strategi transisi menuju ekonomi hijau. Namun, tanpa sistem daur ulang yang matang, peningkatan produksi kendaraan listrik dapat menyebabkan lonjakan limbah elektronik yang berbahaya bagi lingkungan.
“Dengan meningkatnya penetrasi kendaraan listrik, maka kebutuhan akan baterai juga semakin tinggi. Oleh karena itu, pendekatan ekonomi sirkular harus diterapkan secara menyeluruh, termasuk dalam pengelolaan dan daur ulang baterai bekas kendaraan listrik,” ujar Jessica dalam sebuah diskusi kebijakan yang diselenggarakan oleh Low Carbon Development Indonesia.
Also Read
Pengolahan limbah baterai bekas kendaraan listrik masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya:
BACA JUGA : Tarif Tiket Dermaga Eksekutif dan Reguler di Pelabuhan Merak Akan Disamakan Mulai H-5 Lebaran
Setidaknya ada tiga metode utama yang digunakan dalam proses daur ulang kendaraan listrik, yaitu:
Untuk memastikan bahwa baterai kendaraan listrik tidak menjadi ancaman bagi lingkungan, berbagai langkah strategis perlu dilakukan:
Daur ulang baterai kendaraan listrik bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga peluang besar untuk menciptakan ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, baterai bekas dapat menjadi sumber daya yang bernilai tinggi, mengurangi dampak lingkungan, dan mendukung transisi menuju energi hijau. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat diperlukan agar Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam industri ini kendaraan listrik di masa depan.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…