Daftar Negara yang Mengakui dan Belum Mengakui Palestina: Dinamika Politik Global 2025
beritahariini.news – Dinamika politik global terus bergerak. Salah satu isu yang kembali mengemuka adalah pengakuan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat. Hingga September 2025, sebanyak 157 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau sekitar 81 persen, secara resmi mengakui Palestina. Gelombang dukungan ini kian menguat terutama setelah eskalasi konflik di Gaza yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa.
Gelombang terbaru datang dari sejumlah negara Eropa dan Barat yang sebelumnya enggan mengambil langkah tegas, seperti Inggris, Kanada, Australia, Portugal, Prancis, Belgia, Luksemburg, Andorra, Malta, dan Monako.
Bagi banyak negara, pengakuan terhadap Palestina bukan hanya persoalan politik, melainkan juga moral dan kemanusiaan. Mereka menilai serangan Israel ke wilayah Palestina telah melewati batas, sehingga diperlukan sikap tegas demi menegakkan keadilan internasional.
Also Read
Beberapa pemimpin dunia menyampaikan alasan mereka secara terbuka.
Perdana Menteri Malta, Robert Abela, menegaskan bahwa tindakan Israel di Gaza adalah salah, baik secara moral maupun hukum. Ia menekankan pentingnya sikap global untuk menghentikan kekerasan.
Menteri Luar Negeri Andorra, Imma Tor Faus, menyatakan rakyat Palestina berhak hidup damai dan aman di tanah airnya sendiri, berdampingan dengan Israel.
Pernyataan-pernyataan ini memperlihatkan bahwa gelombang pengakuan bukan sekadar keputusan politik, tetapi juga seruan kemanusiaan.
BACA JUGA : Petugas Gabungan Tertibkan Parkir Liar dan Meja Usaha yang Kuasai Jalan di Cawang, Jakarta Timur
Berikut daftar negara yang telah mengakui Palestina, diklasifikasikan berdasarkan periode waktu:
Armenia – 21 Juni 2024
Slovenia – 4 Juni 2024
Irlandia – 22 Mei 2024
Norwegia – 22 Mei 2024
Spanyol – 22 Mei 2024
Bahama – 8 Mei 2024
Trinidad dan Tobago – 3 Mei 2024
Jamaika – 24 April 2024
Barbados – 20 April 2024
Inggris – 21 September 2025
Australia – 21 September 2025
Kanada – 21 September 2025
Portugal – 21 September 2025
BACA JUGA : Mensesneg Ungkap Beban Berat Erick Thohir Sebagai Menpora dan Target dari Presiden Prabowo
Prancis – 22 September 2025
Belgia – 22 September 2025
Luksemburg – 22 September 2025
Malta – 22 September 2025
Monako – 22 September 2025
Andorra – 22 September 2025
Meksiko – 20 Maret 2025
Negara-negara Amerika Latin, Karibia, hingga Skandinavia juga masuk dalam daftar, di antaranya:
Ekuador, Bolivia, Argentina, Brasil, Grenada, Dominika, Belize, Honduras, El Salvador, Uruguay, Paraguay, Peru, Guyana, Chili, Thailand, Haiti, Guatemala, Swedia, Kolombia, St. Kitts dan Nevis, dan lainnya.
Negara-negara di kawasan Eropa Timur, Asia Tengah, Afrika, dan Pasifik juga memberikan pengakuan, termasuk:
Bosnia dan Herzegovina, Georgia, Turkmenistan, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Afrika Selatan, Papua Nugini, Timor Leste, Pantai Gading, Lebanon, Kosta Rika, Republik Dominika, Venezuela, Montenegro, Malawi.
Gelombang terbesar terjadi segera setelah Palestina mendeklarasikan kemerdekaannya pada 15 November 1988. Dukungan datang dari puluhan negara di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Timur, termasuk:
Indonesia, Arab Saudi, Mesir, India, Tiongkok, Rusia, Iran, Turki, Aljazair, Irak, Libya, dan Uni Emirat Arab.
Meski mayoritas dunia mendukung, masih ada 44 negara yang belum memberikan pengakuan resmi kepada Palestina. Mayoritas berasal dari Eropa Barat, Amerika Utara, serta beberapa negara Asia-Pasifik.
Di antara negara tersebut termasuk Amerika Serikat, Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, serta beberapa negara kecil yang bersekutu erat dengan blok Barat. Penolakan ini umumnya didasari pertimbangan geopolitik, hubungan erat dengan Israel, serta tekanan diplomatik di kancah internasional.
BACA JUGA : BGN Klarifikasi Isu 5.000 Dapur Makan Bergizi Gratis Fiktif, Tegaskan Tidak Ada Aliran Dana
Pengakuan terhadap Palestina bukan hanya sekadar simbol diplomatik. Ada beberapa dampak besar yang menyertainya:
Penguatan posisi Palestina di forum internasional. Dengan semakin banyaknya negara pengaku, Palestina memperoleh legitimasi lebih kuat untuk berperan aktif di PBB dan organisasi internasional lainnya.
Tekanan diplomatik terhadap Israel. Semakin banyak negara mengakui Palestina, semakin besar desakan agar Israel menghentikan operasi militernya dan kembali ke meja perundingan.
Harapan solusi dua negara. Dukungan global diharapkan mempercepat tercapainya solusi damai di mana Israel dan Palestina bisa hidup berdampingan dalam batas negara yang diakui.
Deklarasi pengakuan baru dari negara-negara Eropa dan Barat tidak bisa dilepaskan dari tragedi kemanusiaan di Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas melaporkan lebih dari 65.000 korban jiwa akibat operasi militer Israel. Situasi ini mempercepat negara-negara yang sebelumnya netral untuk akhirnya mengambil posisi tegas mendukung Palestina.
Hingga September 2025, sebanyak 157 negara anggota PBB telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Gelombang pengakuan terbaru dari negara-negara Barat menandai perubahan besar dalam diplomasi internasional.
Meski masih ada 44 negara yang menolak, tren global menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina kian menguat. Hal ini memberi harapan baru bagi rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan penuh, sekaligus mendorong tercapainya solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…