https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2025/06/24/piala-dunia-antarklub-2025-1750715345459_169.jpeg
beritahariini.news – Mimpi Atletico Madrid untuk melangkah lebih jauh di ajang Piala Dunia Antarklub 2025 harus berakhir lebih awal. Meskipun mengakhiri fase grup dengan enam poin, klub asuhan Diego Simeone itu harus tersingkir secara menyakitkan karena kalah dalam penghitungan klasemen mini. Kekalahan telak 0-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) menjadi penentu utama terhentinya langkah Los Rojiblancos di fase grup.
Grup B menjadi salah satu grup paling dramatis di Piala Dunia Antarklub 2025. Tiga tim PSG, Botafogo, dan Atletico Madrid — mengoleksi poin yang sama, yakni enam poin dari tiga pertandingan. Hanya Seattle Sounders yang gagal memperoleh poin, dan tidak masuk dalam hitungan klasemen mini yang akhirnya menentukan dua tim teratas.
Hasil pertandingan Grup B:
Also Read
Matchday 1: PSG 4-0 Atletico Madrid
Matchday 2: Botafogo 1-0 PSG
Matchday 3: Atletico Madrid 1-0 Botafogo
PSG vs Seattle Sounders: PSG menang 2-0
Atletico vs Seattle Sounders: Atletico menang
Botafogo vs Seattle Sounders: Botafogo menang
Ketiganya saling mengalahkan. PSG mengalahkan Atletico, Botafogo mengalahkan PSG, dan Atletico mengalahkan Botafogo. Maka, klasemen mini digunakan untuk menentukan dua tim teratas.
Dalam klasemen mini yang hanya menghitung hasil antar ketiga tim yang sama-sama mengoleksi enam poin, PSG unggul dari segi selisih gol:
PSG: Menang 4-0 vs Atletico, kalah 0-1 vs Botafogo → Selisih gol: +3
Botafogo: Menang 1-0 vs PSG, kalah 0-1 vs Atletico → Selisih gol: 0
Atletico: Kalah 0-4 vs PSG, menang 1-0 vs Botafogo → Selisih gol: -3
Alhasil, PSG finis di posisi pertama, Botafogo di posisi kedua, dan Atletico harus rela berada di peringkat ketiga. Meski mengumpulkan enam poin dari tiga laga, nasib Atletico ditentukan oleh kekalahan telak di laga pertama melawan PSG.
BACA JUGA: Al Hilal Guncang Sepak Bola Eropa: Godaan Finansial Pecah Loyalitas Bintang-Bintang Lapangan
Dalam laga terakhir grup yang berlangsung di Rose Bowl, California, Atletico berhasil mengalahkan Botafogo dengan skor tipis 1-0 lewat gol Antoine Griezmann di menit ke-87. Kemenangan ini sempat membuka harapan untuk lolos, namun di tempat lain PSG juga meraih kemenangan 2-0 atas Seattle Sounders, yang membuat ketiga tim mengoleksi jumlah poin yang sama.
Pelatih Atletico, Diego Simeone, menyampaikan rasa frustrasinya dalam wawancara pasca pertandingan.
“Rasanya menyakitkan. Kami mendapatkan enam poin dan itu seharusnya cukup untuk lolos. Namun kekalahan dari PSG benar-benar menghancurkan peluang kami,” ujar Simeone kepada DAZN.
Tak hanya kecewa dengan hasil akhir, Simeone juga menyoroti keputusan wasit yang dianggap merugikan Atletico Madrid. Dalam laga melawan Botafogo, ia merasa seharusnya timnya mendapat hadiah penalti, namun wasit memilih untuk meninjau kejadian sebelumnya dan membatalkan potensi penalti tersebut.
“Ada momen kami seharusnya memimpin lebih awal. Penalti yang jelas tidak diberikan karena wasit memilih meninjau pelanggaran sebelumnya,” tegas Simeone.
Komentar ini menandakan adanya ketidakpuasan atas penggunaan teknologi video assistant referee (VAR) dalam pertandingan yang krusial tersebut.
Kekalahan 0-4 dari PSG bukan hanya mencoreng kebanggaan, tetapi juga berakibat fatal secara matematis. Dalam turnamen singkat seperti Piala Dunia Antarklub yang menggunakan sistem grup mini, selisih gol sangat krusial. Atletico hanya mencetak dua gol dan kebobolan empat, membuat selisih gol mereka tidak mampu bersaing dengan dua tim lainnya.
Sebaliknya, PSG yang juga kalah dari Botafogo, mampu menjaga produktivitas gol dengan kemenangan besar atas Atletico dan Seattle. Botafogo pun cukup beruntung karena kekalahan dari Atletico tidak terlalu lebar, sehingga selisih gol mereka tetap aman.
Dengan hasil ini, PSG dan Botafogo resmi melangkah ke babak gugur mewakili Grup B. PSG tampil mengesankan dengan lini serang yang agresif, sementara Botafogo menunjukkan stabilitas dalam dua pertandingan penting. Keduanya akan menantikan lawan dari grup lain dalam fase perempat final.
Atletico Madrid harus mengakhiri perjalanannya di Piala Dunia Antarklub 2025 lebih awal meski tampil kompetitif. Kekalahan telak di laga pembuka menjadi pukulan telak yang gagal dipulihkan meski dua kemenangan berhasil diraih di pertandingan selanjutnya. Simeone dan skuadnya harus belajar dari kegagalan ini, bahwa dalam kompetisi turnamen singkat, setiap gol sangat berarti, dan kekalahan besar tidak bisa dianggap enteng.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…