Pemain AS Roma merayakan kemenangan. (beritahariini.news)
beritahariini.news – AS Roma melanjutkan tren positif mereka di Serie A musim 2025/2026 setelah menundukkan Udinese dengan skor 2-0 di Stadio Olimpico, Minggu (9/11/2025) malam waktu setempat. Dua gol dari Lorenzo Pellegrini dan Zeki Çelik memastikan kemenangan penting bagi I Lupi yang kini berhasil naik ke puncak klasemen sementara.
Kemenangan ini menegaskan konsistensi Roma di bawah arahan pelatih Gian Piero Gasperini, yang musim ini berhasil memadukan keseimbangan antara permainan menyerang dan pertahanan solid. Dengan tambahan tiga poin, Roma kini mengoleksi 24 poin dari 13 laga, unggul dua angka dari AC Milan dan Napoli yang berada di posisi kedua dan ketiga.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi sejak menit awal. Roma yang tampil di hadapan ribuan tifosi setianya langsung menguasai permainan lewat kombinasi umpan cepat antara Paulo Dybala dan Lorenzo Pellegrini di lini tengah.
Also Read
Meski begitu, Udinese tidak datang hanya untuk bertahan. Tim tamu asuhan pelatih Gabriele Cioffi itu tampil disiplin dan beberapa kali menekan melalui serangan balik cepat. Peluang pertama justru datang dari Udinese di menit ke-14 saat sepakan mendatar Vakoun Bayo nyaris membobol gawang Roma, namun berhasil ditepis oleh kiper Mile Svilar.
Roma baru bisa benar-benar menembus pertahanan Udinese pada menit ke-42. Serangan yang dibangun dari sisi kanan melalui Zeki Çelik menghasilkan umpan silang yang mengenai tangan bek Udinese, Hassane Kamara, di dalam kotak penalti. Wasit Maurizio Mariani tanpa ragu menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR.
Kapten Roma, Lorenzo Pellegrini, yang maju sebagai eksekutor dengan tenang melepaskan tendangan ke arah kanan gawang, mengecoh kiper Marco Silvestri dan membawa I Lupi unggul 1-0 menjelang turun minum. Gol ini disambut sorakan gemuruh dari tribune Curva Sud yang memadati Stadio Olimpico.
Baca Juga: Manchester City Bungkam Liverpool 3-0 Lewat Aksi Gemilang Haaland
Memasuki babak kedua, Udinese mencoba meningkatkan intensitas permainan. Mereka menurunkan pemain muda Lazar Samardžić untuk memperkuat lini tengah. Meski sempat menekan di awal babak, justru Roma yang menambah keunggulan pada menit ke-61.
Berawal dari situasi sepak pojok, bola jatuh di kaki Gianluca Mancini yang dengan cerdik mengoper ke sisi kanan. Zeki Çelik, yang berdiri bebas di dalam kotak penalti, langsung menyambar bola dengan sepakan keras ke pojok bawah gawang. Silvestri tidak mampu menjangkau, dan skor berubah menjadi 2-0 untuk Roma.
Gol ini menjadi gol pertama Çelik musim ini, sekaligus menegaskan kontribusinya bukan hanya dalam bertahan, tapi juga membantu serangan. Para pemain Roma langsung merayakannya bersama pelatih Gasperini di pinggir lapangan.
Secara statistik, Roma memang tidak sepenuhnya mendominasi penguasaan bola tercatat hanya 53 persen. Namun, efektivitas serangan mereka jauh lebih tinggi. Dari total 12 tembakan yang dilepaskan, 7 di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Di sisi lain, Udinese mencatat 10 percobaan, tetapi hanya satu yang benar-benar mengancam gawang Svilar. Pemain belakang Roma, Evan Ndicka dan Chris Smalling, tampil solid menutup ruang gerak lawan.
Pelatih Gian Piero Gasperini dalam konferensi pers seusai laga memuji determinasi para pemainnya:
“Kami bermain dengan kesabaran, tidak panik, dan menunggu momen yang tepat. Inilah sepak bola yang saya inginkan disiplin, tenang, dan efisien,” ujarnya dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Gasperini juga menyinggung peran Pellegrini yang tampil konsisten sepanjang laga:
“Pellegrini adalah jantung tim ini. Dia bukan hanya mencetak gol, tapi juga menjaga ritme permainan dan menjadi contoh bagi pemain muda.”
Selain lini depan yang tajam, keberhasilan Roma mempertahankan clean sheet tidak lepas dari penampilan gemilang Mile Svilar. Kiper asal Serbia itu mencatat tiga penyelamatan penting, termasuk saat menepis sundulan Bayo di menit ke-73 yang bisa saja memperkecil ketertinggalan Udinese.
Svilar kini mencatat lima clean sheet dari tujuh pertandingan terakhir di Serie A, menjadikannya salah satu kiper dengan catatan terbaik musim ini.
“Saya hanya berusaha tetap fokus. Tim ini bekerja keras bersama, dan hasilnya terlihat di lapangan,” kata Svilar usai pertandingan.
Kemenangan atas Udinese membuat AS Roma sementara berada di posisi puncak dengan koleksi 24 poin, unggul dua angka dari AC Milan (22 poin) dan tiga angka dari Juventus (21 poin).
Sementara itu, Udinese harus puas tertahan di peringkat ke-12 dengan 14 poin. Hasil ini memperpanjang tren negatif mereka yang hanya menang sekali dalam enam laga terakhir.
Bagi Roma, kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka siap kembali menjadi pesaing utama scudetto, setelah beberapa musim terakhir hanya mampu bertarung di papan tengah.
Euforia kemenangan terasa luar biasa di Stadio Olimpico. Ribuan pendukung Roma menyanyikan chant “Roma! Roma! Roma!” sepanjang laga. Usai peluit akhir, para pemain melakukan putaran kehormatan di depan tribun Curva Sud, sementara Gasperini menyalami satu per satu pemainnya.
Di media sosial, tagar #ForzaRoma dan #DajeRoma langsung menjadi trending topic di Italia. Banyak pendukung memuji penampilan solid tim, terutama duet Pellegrini Dybala yang semakin padu.
Baca Juga: Buffon Dukung Juventus Datangkan Spalletti sebagai Pelatih Baru
AS Roma akan melanjutkan perjuangan mereka di Serie A dengan menghadapi laga berat pekan depan melawan Atalanta di Bergamo. Gasperini menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlena meski sementara memimpin klasemen.
“Kami masih di bulan November, perjalanan masih panjang. Fokus kami bukan pada posisi di klasemen, tapi menjaga ritme dan mentalitas dalam setiap pertandingan,” tegasnya.
Udinese di sisi lain akan menjamu Empoli, laga yang wajib dimenangkan jika ingin memperbaiki posisi di tabel sementara.
Skor Akhir: Roma 2 – 0 Udinese
Pencetak Gol: Pellegrini (42’), Çelik (61’)
Penguasaan Bola: Roma 53% – Udinese 47%
Tembakan Tepat Sasaran: Roma 7 – Udinese 1
Pelanggaran: Roma 9 – Udinese 11
Kartu Kuning: Mancini (Roma), Kamara (Udinese)
Man of the Match: Lorenzo Pellegrini
Kemenangan 2-0 ini bukan hanya menambah tiga poin bagi AS Roma, tetapi juga membuktikan kedewasaan mereka sebagai tim yang kini lebih matang dan efisien. Dengan kombinasi pemain muda berbakat, kepemimpinan Pellegrini, serta sentuhan taktik Gasperini, Roma perlahan menunjukkan diri sebagai salah satu kandidat kuat juara Serie A musim ini.
Bagi Udinese, laga ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga konsentrasi dan efisiensi di lini pertahanan, terutama saat menghadapi tim besar dengan tekanan publik sebesar di Olimpico.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…