beritahariini.news – Bandara sering kali menjadi tempat transit bagi para pelancong sebelum mereka melanjutkan perjalanan udara. Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari restoran, kafe, hingga minimarket, tidak sedikit penumpang yang memanfaatkan waktu tunggu untuk membeli makanan atau minuman.
Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua makanan dan minuman yang dijual di bandara layak untuk dikonsumsi sebelum penerbangan? Beberapa di antaranya bahkan bisa menimbulkan masalah kesehatan dan ketidaknyamanan selama perjalanan udara.
Dikutip dari Travel + Leisure dan Times of India, beberapa makanan dan minuman di bandara berpotensi mengganggu pencernaan, menyebabkan dehidrasi, bahkan menimbulkan efek samping karena tekanan udara di pesawat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, berikut daftar 10 makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dibeli di bandara.
Also Read
1. Salad Segar
Salad sering dianggap sebagai pilihan makanan sehat karena kaya akan serat dan nutrisi. Namun, jika dikonsumsi sebelum penerbangan, makanan ini justru dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Sayuran mentah dalam salad yang tidak dicuci dengan baik berisiko mengandung bakteri E. coli dan Salmonella, yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti keracunan makanan dan diare. Jika tetap ingin mengonsumsi salad, pastikan makanan tersebut berasal dari tempat yang higienis dan telah diolah dengan baik.
2. Kopi Bandara dalam Jumlah Berlebihan
Menyeruput secangkir kopi sebelum terbang memang menyenangkan, terutama bagi mereka yang ingin tetap terjaga. Namun, terlalu banyak mengonsumsi kopi bisa menjadi keputusan yang buruk.
Kandungan kafein yang tinggi dalam kopi dapat menyebabkan dehidrasi, meningkatkan denyut jantung, serta memicu kegelisahan selama penerbangan. Efek lainnya adalah insomnia, yang bisa mengganggu waktu istirahat jika Anda memiliki penerbangan panjang.
Jika ingin menikmati kopi, batasi konsumsinya dan pastikan Anda juga minum cukup air putih untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
3. Kentang Goreng dan Makanan Tinggi Garam
Camilan seperti kentang goreng, pretzel, atau keripik asin mungkin terasa menggoda saat menunggu penerbangan. Namun, makanan tinggi garam dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh, yang membuat perut terasa kembung saat berada di ketinggian.
Selain itu, natrium yang berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi ringan dan rasa haus yang berlebihan selama penerbangan.
4. Yogurt dan Smoothie dengan Kadar Gula Tinggi
Meskipun yogurt dan smoothie sering dianggap sebagai pilihan sehat, produk yang dijual di bandara sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
BACA JUGA : Gluten dalam Makanan: Manfaat dan Risiko bagi Kesehatan, Waspadai Jika Punya Penyakit Ini
Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan gula darah, yang bisa berujung pada penurunan energi drastis setelah beberapa jam. Jika ingin menikmati yogurt, pilih yogurt Yunani tanpa pemanis buatan, dan jika ingin smoothie, pastikan dibuat dari buah segar tanpa tambahan gula berlebihan.
5. Minuman Beralkohol Bandara
Bir, wine, dan koktail mungkin terlihat menggoda di lounge bandara, tetapi konsumsi alkohol sebelum penerbangan bukanlah keputusan bijak.
Di ketinggian, tekanan udara di dalam kabin lebih rendah dibandingkan di darat, yang dapat mempercepat penyerapan alkohol dalam tubuh. Efeknya, Anda bisa mengalami dehidrasi, sakit kepala, pusing, dan bahkan hipoksia (kekurangan oksigen).
Jika ingin menikmati minuman beralkohol, batasi jumlahnya dan imbangi dengan minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
6. Daging Olahan atau Daging Siap Konsumsi
Makanan seperti hotdog, sosis, dan daging deli siap saji sering kali mengandung pengawet dan natrium dalam jumlah tinggi. Jika tidak disimpan dengan baik, daging olahan ini juga berisiko terkontaminasi bakteri Listeria, yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
Untuk opsi yang lebih aman, pilih makanan yang telah dipanaskan dengan suhu minimal 74°C, atau pilih makanan berbasis protein lain yang lebih sehat, seperti ayam panggang atau ikan yang telah dimasak dengan baik.
7. Sushi dan Makanan Laut Mentah Bandara
Sushi memang populer sebagai makanan ringan di bandara, tetapi konsumsi sushi dengan ikan mentah sebelum penerbangan bukanlah pilihan yang aman.
Makanan laut mentah dapat mengandung bakteri atau parasit yang menyebabkan infeksi pencernaan. Selain itu, kecap asin yang sering digunakan untuk menyantap sushi memiliki kandungan garam tinggi yang bisa menyebabkan retensi cairan dan dehidrasi selama penerbangan.
Jika tetap ingin makan sushi, pilihlah varian yang menggunakan ikan matang atau vegetarian untuk menghindari risiko kesehatan.
8. Makanan Instan dan Sup Kemasan
Beberapa minimarket di bandara menjual sup instan dalam kemasan, yang tampak praktis dan mudah dikonsumsi. Namun, sup instan biasanya mengandung MSG (monosodium glutamat) dan natrium dalam jumlah tinggi, yang bisa menyebabkan sakit kepala, rasa haus berlebihan, dan ketidaknyamanan pada tubuh selama penerbangan.
Selain itu, konsumsi makanan dengan banyak pengawet bisa membuat pencernaan bekerja lebih keras, yang tidak ideal untuk perjalanan udara.
9. Sandwich Kemasan yang Sudah Lama Disimpan Bandara
Beberapa restoran dan minimarket di bandara menawarkan sandwich kemasan sebagai pilihan makanan cepat saji. Namun, jika sandwich tersebut telah disimpan dalam waktu lama, ada risiko bahwa bahan-bahan seperti mayones atau daging olahan sudah mengalami oksidasi dan bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
Jika ingin membeli sandwich, periksa tanggal produksi dan masa kedaluwarsa untuk memastikan kesegarannya.
10. Minuman Bersoda dan Berkarbonasi
Minuman bersoda memang menyegarkan, tetapi konsumsi minuman berkarbonasi sebelum atau selama penerbangan dapat menyebabkan penumpukan gas dalam perut.
Tekanan udara di dalam kabin yang lebih rendah dapat membuat gas dalam tubuh mengembang, yang berujung pada kembung, perut tidak nyaman, dan meningkatnya rasa begah selama perjalanan.
Sebagai alternatif, pilihlah air putih atau teh herbal untuk menjaga hidrasi tanpa menimbulkan efek samping yang mengganggu.
Kesimpulan
Saat berada di bandara, penting untuk memilih makanan dan minuman dengan bijak guna menghindari ketidaknyamanan selama penerbangan. Makanan yang mengandung banyak garam, gula, kafein, atau pengawet dapat menyebabkan gangguan pencernaan, dehidrasi, dan ketidaknyamanan akibat perubahan tekanan udara di kabin.
Untuk memastikan perjalanan udara yang nyaman, pilihlah makanan sehat, ringan, dan mudah dicerna, serta minum cukup air putih agar tetap terhidrasi. Dengan memperhatikan pola makan sebelum terbang, Anda bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman tanpa khawatir mengalami gangguan kesehatan di udara.